Mengintip Keseruan kelas fotografi Ikom Uniga Malang


Program Studi Ilmu komunikasi Universitas Gajayana Malang memiliki kurikulum dengan Mata kuliah salah satunya Fotografi. Mata kuliah fotografi merupakan materi wajib yang harus diampu oleh seluruh mahasiswa ilmu komunikasi.
  Pembelajaran fotografi yang dilaksanakan pun berjumlah 3 sks dalam seminggu. Hal ini membuat mahasiswa dapat aktif belajar dan memahami fotografi.

Keistimewaan dalam mata kuliah fotografi ialah pembelajaran yang dilakukan langsung dibarengi dengan praktek pengoperasian kamera. Biasanya, setelah diberi teori terkait fotografi, Jamroni, selaku dosen pengampu mata kuliah ini langsung mengajak mahasiswa untuk dapat melakukan praktek fotografi.

Tak hanya itu, mata kuliah fotografi juga memiliki keseruan dalam penugasan. Setelah kuliah biasanya mahasiswa juga diberi tugas untuk memotret beberapa karya dan objek yang sesuai dengan materi sebelumnya.

Jamroni, dosen pengampu menuturkan pembelajaran fotografi harus dibarengi dengan praktikum agar mahasiswa memahami sistem dan pengoperasian kamera serta objek yang mesti ditangkap. “ belajar fotografi itu belajar mengolah rasa, menyasar titik dan membingkai objek yang selaras dengan perasaan kita”, tutupnya.

APTISI IV Salurkan Sembako bagi Korban Gempa



TIMESINDONESIA, MALANG – Sebanyak 225 paket sembako disalurkan Asosiasi Perguruan Tinggi atau APTISI Komisariat IV yang diperuntukan bagi korban Gempa Malang.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua APTISI Komisariat IV, Profesor Dr Dyah Sawitri SE MM, kepada Sekda Kabupaten Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM di Ruang Rapat Anusapati, Senin (3/5/2021).

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala OPD Pemkab Malang, Pejabat Pemkab Malang, Perwakilan Perguruan Tinggi Swasta dan Direksi serta manajemen TIMES Indonesia.



Ketua APTISI Komisariat IV, Profesor Dr Dyah Sawitri SE MM mengatakan, bantuan yang disalurkan tersebut nilainya tidak seberapa. Tapi, harapannya bermanfaat bagi korban Gempa.

"Kami saling berbagai kepada saudara kita yang mengalami musibah bencana alam (Gempa Malang). Dengan kasih sayang ini diharapkan dapat memberikan motivasi positif kepada mereka," ujarnya kepada TIMES Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan, rasa kasih sayang ini sangat berharga. Terutama dirasakan kepada yang membutuhkan dalam hal ini para korban bencana alam Gempa Malang.

"Sehingga, terjalin rasa saling kuat menguatkan," kata wanita yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Gajayana atau Uniga Malang. Dia menyebutkan, selain sembako, pihaknya juga memberikan bantuan lain di dalam paket itu.



Di antaranya, Hand sanitizer dan masker kepada korban Gempa Malang. "Mengingat masih Pandemi Covid-19, maka kami juga berikan masker dan hand sanitizer tersebut," urainya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada APTISI yang telah memberikan bantuan tersebut.

"Tentunya bantuan ini sangat berharga bagi masyarakat korban Gempa Malang. Ke depan, kami berharap APTISI Komisariat IV kedepan juga dapat bersinergi dengan Pemkab Malang terkait peningkatan mutu pendidikan," tuturnya. (*)

Peringati Nuzulul Quran, Uniga Malang Gelar Baksos dan Doa Bersama



TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Gajayana Malang (Uniga Malang) melakukan kegiatan bakti sosial dan doa bersama dalam rangka peringatan Nuzulul Quran, Rabu (28/4/2021).

Setiap bulan suci Ramadan, peringatan malam Nuzulul Qur'an menjadi salah satu momentum berharga yang ditunggu-tunggu umat muslim dunia. 

Rektor Uniga Malang Prof Dr Dyah Sawitri, SE, MM menyampaikan kegiatan ini diikuti keluarga besar Uniga Malang dan masyarakat di sekitar kampus. 

"Kita melakukan peringatan Nuzulul Qur'an karena sesungguhnya sudah dijelaskan Allah di Al-Qur'an. Malam Nuzulul Qur'an juga dijanjikan Allah untuk umat diampuni dosa-dosanya, dan kita diberi kesempatan malam yang penuh berkah," katanya. 

Dyah juga menjelaskan di malam itu, Allah SWT menurunkan para malaikat untuk mencatat perbuatan umat manusia. Sehingga semua umat Islam harus berlomba-lomba dengan membaca Al Qur'an dan melakukan amal baik lainnya.

"Ayo kita selalu cinta Al Qur'an dan semua kebesaran Allah," pungkas Rektor Uniga Malang dalam peringatan malam Nuzulul Quran. (*)


Sumber: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/344387/peringati-nuzulul-quran-uniga-malang-gelar-baksos-dan-doa-bersama

Universitas Gajayana Malang Siap Wujudkan Lulusan Terdepan dan Berkarakter



TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Gajayana Malang (UNIGA) hari ini, 20 Mei 2021 genap berusia 41 tahun. Mengusung tagline Terdepan dan Berkarakter, Universitas Gajayana di Dies Natalis ke-41, telah mendesain kurikulum berbasis kompetensi yang adaptif untuk menjadikan seluruh lulusan mempunyai kualitas yang memenuhi standar dunia kerja.

Rektor Uniga Malang periode 2020 - 2024 Prof Dr Dyah Sawitri, SE MM mengatakan, diusia yang 41 tahun pada Mei 202i ini, Uniga menghadapi tantangan yang berat, khususnya menyiapkan dan menjaga kualitas pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Untuk mewujudkan lulusan berkualitas, Uniga menguatkan kerja sama dengan industri dan perguruan tinggi nasional dan luar negeri seperti Malaysia. Selain itu, Uniga juga membentuk tim Penjaminan Mutu dan Audit Akademik Internal.

"Dalam proses belajar mengajar, kami telah melakukan kerja sama dengan beberapa industri ataupun perguruan tinggi di Indonesia dan beberapa perguruan tinggi luar negeri dalam upaya meningkatkan SDM dosen-dosen dan mahasiswa agar mereka mampu bersaing secara global," jelas Dyah Sawitri saat berbincang dalam acara podcast dengan TIMES Indonesia, 17 Mei 2021 lalu.

Dyah mengatakan, salah satu upaya meningkatkan mutu lulusan adalah mewajibkan mahasiswa Uniga mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni. Untuk itu, mahasiswa wajib mengikuti English Active Programme, yakni program belajar Bahasa Inggris secara aktif dengan pembelajaran secara interaktif. 

"Bahasa Inggris sangat dibutuhkan, dan menjadi kemampuan dasar, baik di organisasi maupun pekerjaan. Nanti akan kami kembangkan lagi selain bahasa Inggris, seperti Jepang, Mandarin atau Korea dan kebetulan Uniga punya banyak program kerja sama dengan negara Korea," ucapnya.

Nantinya, mahasiswa yang telah menempuh English Active Programme, ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi digunakan untuk Surat Keterangan Pendamping Ijazah. 

Untuk mendukung program pembelajaran bahasa Inggris dan kegiatan dibidang kompetensi Uniga telah membentuk tim  Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). 

"Program ini, dibentuk untuk memberikan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa atau lulusan Uniga sesuai dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)," ucapnya dalam bincang Podcast bersama TIMES Indonesia.

Selain bahasa, Dyah yang merupakan guru besar dibidang ekonomi dan punya kepedulian memajukan UMKM menambahkan, mahasiswa Uniga juga didorong menciptakan inovasi dibidang kewirausahaan. Harapannya, lulusan Uniga mampu menghasilkan bussines plan yang bisa dikembangkan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Kami juga menciptakan mahasiswa kompeten dalam bidang usaha. Kami tidak mengajari Anda lulus menjadi pegawai tapi harus menjadi pemiliknya," ucapnya.

Universitas Gajayana Malang (UNIGA) yang lokasinya di tengah Kota Malang tepatnya di Jalan Mertojoyo Blok. L, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang memiliki 13 pilihan program studi, yaitu Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Perbankan, Bahasa Inggris, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik/ Rekayasa Industri, Fisika, Magister Manajemen dan Magister Akuntansi. 


Sumber:

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/348024/dies-natalis-ke-41-universitas-gajayana-malang-siap-wujudkan-lulusan-terdepan-dan-berkarakter

Rektor Uniga Dukung dan Puji Komitmen Kapolresta Malang Kota Berantas Narkoba




TIMESINDONESIA, MALANG – Rektor Uniga Malang (Universitas Gajayana Malang) Prof Dr Dyah Sawitri, SE, MM memberikan dukungan penuh atas langkah jajaran Polresta Malang Kota melalui Satreskoba Polresta Malang Kota untuk memberantas narkoba di Kota Pendidikan.

Ia memuji kinerja dan komitmen Polresta Malang Kota yang dipimpin Kombes Pol Dr Leonardus Simarmata, S.Sos S.I.K MH dalam hal pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Diketahui pada Minggu (29/3/2021) Polresta Malang Kota melalui Polda Jatim merilis keberhasilan ungkap kasus jaringan narkoba di Kota Malang. Setidaknya ada enam tersangka yang berhasil dibongkar.

"Polresta Malang Kota sangat luar biasa kinerjanya karena berhasil membongkar jaringan narkoba. Ini menjadi kado terindah untuk ultah Kota Malang ke-107 ya," katanya kepada TIMES Indonesia, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, prestasi ini menjadi kebanggaan kepada perguruan tinggi di Malang. Pasalnya, mahasiswa dan pemuda pada umumnya seringkali menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba.

"Ini sangat penting bagi perguruan tinggi apalagi menuju era society 5.0. Dunia pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM," tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa perguruan tinggi juga memberikan dukungan penuh atas pemberantasan narkoba. Kota Malang ini menjadi jujukan masyarakat se Indonesia untuk belajar dan menimba ilmu.

Selain lembaga pendidikan, dia juga meminta seluruh elemen baik pemerintahan, organisasi masyarakat dan stakeholder lainnya agar bergandengan tangan menanggulangi narkoba.

Tujuannya, diharapkan nantinya mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter dan bebas dari bahaya narkoba menuju Indonesia maju.

"Dengan kerja sama Polresta Malang Kota yang bermitra dengan seluruh elemen yang ada menunjukkan komunikasi dan jaringan yang hebat sehingga bisa membongkar narkoba," imbuhnya.

Langkah ini, lanjut Dyah, sudah sesuai dan sejalan dengan visi misi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam hal pemberantasan narkoba secara maksimal.

Terakhir, Rektor Uniga Malang itu mengucapkan selamat dan salam sukses atas prestasi Polresta Malang Kota dalam mengungkap kasus narkoba di Kota Bunga. (*)


Sumber: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/337455/rektor-uniga-malang-dukung-dan-puji-komitmen-kapolresta-malang-kota-berantas-narkoba


Magister Akuntansi Uniga Malang Berikan Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Baru



MALANG - Memperingati Dies Natalis ke-5 yang mengusung tema menebar ilmu dan manfaat, Program Magister Akuntansi (Maksi) Universitas Gajayana Malang (Uniga) menggelar Klinik UMKM, sebuah program konsultasi dan pelatihan bagi UMKM terkait bisnis, akuntansi dan perpajakan, rekonstruksi kurikulum, upgrading guru SMA/SMK bidang akuntansi, workshop metodologi penelitian, dan seminar-seminar lainnya secara online.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di perayaan Dies Natalis kali ini juga ada pemberian beasiswa full (penuh) bebas biaya kuliah melalui Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) kepada sejumlah calon mahasiswa yang akan masuk pada tahun akademik 2021/2022 ini. 

Ketua Program Magister Akuntansi Uniga, Dr Umi Muawanah SE MSi Ak CA, mengatakan bahwa tema yang diusung untuk Dies Natalis ini selaras dengan visi Program Magister Akuntansi yakni menjadi pusat pembelajaran unggulan Center of Exellence pada tataran Magister Akuntansi dalam komunitas pendidikan tinggi tahun 2040.

"Tonggak capaian milestone pertama 5 tahun pertama capaian visi misi Prodi Maksi adalah peletakan dasar-dasar tata kelola fundamen program studi yang kuat," jelasnya.

"Indikator capaian ini adalah pemerolehan akreditasi pertama kali yang diperoleh tahun 2018 dengan peringkat B. Jadi sebelum memiliki lulusan, Prodi sudah terakreditasi dan ini berarti memberikan bukti bahwa Prodi akan terus berupaya menigkatkan kualitas untuk menjamin lulusan," imbuhnya.

Rencananya, Program Magister Akuntansi akan terus memperkuat fondasi dengan peningkatan kualitas pembelajaran, sarana dan prasarana, serta berusaha membangun citra diri di tengah-tengah masyarakat untuk mencapai tonggak pencapaian kedua visi tahun 2025 yakni Brand Image.

"Saat ini Prodi Maksi sudah menjadi bagian dari APPSAI (Asosiasi Pengelola Program Studi Akuntansi Indonesia) dan juga tergabung dalam forum S2 Akuntansi di IAI KAPD. Brand Image terus dibangun melalui diseminasi keilmuan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Bukan hanya masyarakat akademisi, tetapi juga non akademis seperti UMKM," imbuhnya.

Sementara itu, dia menegaskan, juga akan terus memperkuat sistem penjaminan mutu program studi melalui implementasi kebijakan mutu dari BP3M Universitas Gajayana. Sehingga Prodi akan terus berupaya meningkatkan tata kelola yang baik sebagai jaminan kualitas lulusan.

"Sekarang Prodi sedang berupaya mempersiapkan model pembelajaran yang mengadopsi Hybrid Learning menyesuaikan dengan tuntutan perubahan yang terjadi saat ini. Prodi juga akan terus meningkatkan kualitas publikasi mahasiswa atau lulusan," ujarnya.

Umi berharap, perayaan Dies Natalis ini menjadikan Prodi Magister Akuntansi sebagai pusat pembelajaran unggulan Center of Exellence. "Strategi untuk mencapai tersebut meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, pengembangan suasana akademik secara berkelanjutan, dan pengembangan kualitas SDM," ujarnya.(ads)

Sumber: https://kumparan.com/tugumalang/magister-akuntansi-uniga-malang-berikan-beasiswa-penuh-untuk-mahasiswa-baru-1vNREtyNCvj/full

Permudah Kuliah, Uniga Malang Siapkan Sederet Program Beasiswa



MALANG - Keinginan masuk kuliah kerap kali tak sejalan dengan dukungan finansial ketika menghadapi lulus sekolah menengah atas (SMA). Karenanya, sebagai kampus unggul dan berkarakter Universitas Gajayana (Uniga) Malang menyediakan berbagai program beasiswa untuk mewujudkan keinginan anak menjadi sarjana.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Uniga  Dr. Djuni Farhan SE.,MSi saat dihubungi, Rabu (10/03/2021).

"Seperti arahan Bu Rektor Uniga, Prof Dr Dyah Sawitri, SE ,MM, kita ingin jadi kampus yang terdepan dan berkarakter, disamping mencerdaskan kehidupan bangsa juga sosial. Bahwa kami memperhatikan calon mahasiswa yang tidak mmapu secara ekonomoi tapi punya keinginan kuat untuk kuliah," ujarnya.

Total, ada 4 beasiswa yang diberikan dengan masing-masing keunggulan dan kategori yang berbeda. Yakni, program beasiswa Yayasan Uniga, Bidik Misi, KIP Kuliah hingga Online Scholarship Competition (OSC).

"Beasiswa OSC ini merupakan kompetisi beasiswa online sudah berjalan 4 tahun sejak tahun 2017 untuk menciptakan lulusan yang unggul dan berkualitas sesuai perkembangan zaman dan teknologi," kata Djuni.

Tak hanya itu, Uniga juga kembali melanjutkan program beasiswa Ikatan Keluarga Alumni Uniga yang sempat vakum.

"Beasiswa dari alumni baru tahun ini akan kita mulai lagi karena beberapa tahun lalu vakum. Targetnya kita bisa launching di semester ini untuk tahun ajaran 2021/2022. Meskipum belum matang tapi ide besarnya sudah siap dan segera kita rilis," tambah Djuni.

Dibukanya kembali beasiswa alumni ini, selain untuk menunjang pendidikan juga sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian Ikatan Keluarga Uniga di era COVID-19.

"Ini akan jadi keberkahan bagi kampus dan alumni. Sebab, nanti alumni akan mengumpulkan dana untuk bisa mebiayai anak-anak yang berkeinginan kuliah," terangnya.

Djuni menambahkan dukungan yang diberikan Uniga kepada mahasiswa agar tetap dapat menjalani kuliah di masa pandemi ini sungguh luar biasa.

Di luar banyaknya beasiswa tersebut, Uniga bahkan berhasil membantu sebanyak 251 mahasiswa untuk mendapatkan bantuan UKT/SPP dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Selain ada Beasiswa KIP, kita juga bantu mahasiswa untuk dapat bantuan UKT dari pemerintah. Ada sekitar 251 yang dapat di dunia semester ini," tandasnya

Diketahui, saat ini Uniga tengah membuka pendaftaran mahasiswa baru 2021. Adapun jadwal gelombang pertama, buka pada bulan Januari sampai akhir Maret 2021. Gelombang kedua April - Juni 2021. Sedangkan, gelombang ketiga Juli - Oktober.

Pendaftaran mahasiswa baru dilakukan secara online, terkait dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat melalui laman unigamalang.ac.id. atau admisi.unigamalang.ac.id. Jangan sampai kelewat ya! (ads)


Sumber: https://kumparan.com/tugumalang/permudah-kuliah-uniga-malang-siapkan-sederet-program-beasiswa-1vKNDcFaLyy

Permudah Kuliah, Uniga Malang Siapkan Sederet Program Beasiswa

MALANG - Keinginan masuk kuliah kerap kali tak sejalan dengan dukungan finansial ketika menghadapi lulus sekolah menengah atas (SMA). Karenanya, sebagai kampus unggul dan berkarakter Universitas Gajayana (Uniga) Malang menyediakan berbagai program beasiswa untuk mewujudkan keinginan anak menjadi sarjana.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Uniga  Dr. Djuni Farhan SE.,MSi saat dihubungi, Rabu (10/03/2021).

"Seperti arahan Bu Rektor Uniga, Prof Dr Dyah Sawitri, SE ,MM, kita ingin jadi kampus yang terdepan dan berkarakter, disamping mencerdaskan kehidupan bangsa juga sosial. Bahwa kami memperhatikan calon mahasiswa yang tidak mmapu secara ekonomoi tapi punya keinginan kuat untuk kuliah," ujarnya.

Total, ada 4 beasiswa yang diberikan dengan masing-masing keunggulan dan kategori yang berbeda. Yakni, program beasiswa Yayasan Uniga, Bidik Misi, KIP Kuliah hingga Online Scholarship Competition (OSC).

"Beasiswa OSC ini merupakan kompetisi beasiswa online sudah berjalan 4 tahun sejak tahun 2017 untuk menciptakan lulusan yang unggul dan berkualitas sesuai perkembangan zaman dan teknologi," kata Djuni.

Tak hanya itu, Uniga juga kembali melanjutkan program beasiswa Ikatan Keluarga Alumni Uniga yang sempat vakum.

"Beasiswa dari alumni baru tahun ini akan kita mulai lagi karena beberapa tahun lalu vakum. Targetnya kita bisa launching di semester ini untuk tahun ajaran 2021/2022. Meskipum belum matang tapi ide besarnya sudah siap dan segera kita rilis," tambah Djuni.

Dibukanya kembali beasiswa alumni ini, selain untuk menunjang pendidikan juga sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian Ikatan Keluarga Uniga di era COVID-19.

"Ini akan jadi keberkahan bagi kampus dan alumni. Sebab, nanti alumni akan mengumpulkan dana untuk bisa mebiayai anak-anak yang berkeinginan kuliah," terangnya.

Djuni menambahkan dukungan yang diberikan Uniga kepada mahasiswa agar tetap dapat menjalani kuliah di masa pandemi ini sungguh luar biasa.

Di luar banyaknya beasiswa tersebut, Uniga bahkan berhasil membantu sebanyak 251 mahasiswa untuk mendapatkan bantuan UKT/SPP dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Selain ada Beasiswa KIP, kita juga bantu mahasiswa untuk dapat bantuan UKT dari pemerintah. Ada sekitar 251 yang dapat di dunia semester ini," tandasnya

Diketahui, saat ini Uniga tengah membuka pendaftaran mahasiswa baru 2021. Adapun jadwal gelombang pertama, buka pada bulan Januari sampai akhir Maret 2021. Gelombang kedua April - Juni 2021. Sedangkan, gelombang ketiga Juli - Oktober.

Pendaftaran mahasiswa baru dilakukan secara online, terkait dengan syarat dan ketentuan dapat dilihat melalui laman unigamalang.ac.id. atau admisi.unigamalang.ac.id. Jangan sampai kelewat ya!

Bantuan Pemkot Ringankan Beban Mahasiswa Universitas Gajayana Malang

 

Salah satu mahasiswi Prodi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya, Universitas Gajayana (UNIGA) Malang merasa senang mendapat bantuan dana dari Pemkot Malang. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Rektor UNIGA Prof. Dr. Dyah Sawitri SE. MM, Selasa (4/8) siang kemarin di gedung rektorat bersama sepuluh mahasiswa lainnya sebagai perwakilan. Total yang mendapat bantuan dari Pemkot Malang sebanyak 104 mahasiswa.

“Senang sekali, setidaknya ini membantu meringankan beban orang tua untuk kebutuhan sehari-hari disini,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Yuanita Kristanto, mahasiswi semester III, Prodi Sistem Informasi ini mengaku kembali mendapat kejutan yang menggembirakan. Beberapa waktu lalu kampus UNIGA telah membagikan bantuan untuk meringankan biaya kuliahnya. Kali ini dengan difasilitasi UNIGA, ia juga mendapat bantuan dari Pemkot Malang.

“Ini buat tambahan biaya kuliah karena sekarang daring, jadi butuh kuota internet yang banyak,” ucap mahasiswi asal Papua ini.

Sementara itu, Rektor Uniga Prof. Dr. Dyah Sawitri SE. MM menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemkot Malang kepada mahasiswanya. Bantuan tersebut dinilainya sangat berarti terlebih di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pemkot Malang atas kerjasama dan perhatiannya kepada mahasiswa kampus  swasta,” ungkapnya.

Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa aktif, khususnya mereka yang berasal dari luar Kota Malang. Setiap mahasiswa mendapat bantuan Rp 200 ribu. Jumlah tersebut sudah cukup sebagai tanda kepedulian dan perhatian pemerintah kepada mahasiswa.

“Bagi kami ini sesuatu yang berharga. Bukan nilai uangnya tapi rasa kasih sayangnya,” kata dia.

Bantuan dari Pemkot Malang kali ini melalui Aptisi Wilayah IV untuk mahasiswa yang terdampak. Untuk mendapatkan bantuan tersebut, mahasiswa harus mengumpulkan beberapa syarat. Diantaranya KTP, KTM, surat pernyataan dari RT/RW daerah asal, pernyataan dari rektor dan mahasiswa sendiri.

“Surat dari RT/RW menyatakan bahwa mahasiswa tersebut tidak pulang ke daerah asalnya. Sedangkan surat dari rektor menyatakan bahwa yang bersangkutan mahasiswa aktif,” paparnya.

Menurut Dyah, bantuan dari Pemkot Malang tersebut mempunyai nilai tambah. Mahasiswa luar kota yang tinggal di Kota Malang merasa diperhatikan di tengah kondisi sulit.

Sebelumnya pemerintah juga memberikan bantuan untuk ratusan mahasiswa UNIGA. Yakni bantuan untuk biaya Ujian Kenaikan Tingkat, masing-masing mahasiswa mendapat Rp 2,4 juta.

“Program ini juga sangat membantu mahasiswa. Ditambah lagi beasiswa penuh dalam program KIP untuk seratus mahasiswa baru UNIGA yang tidak mampu,” imbuhnya.

Dyah berharap masyarakat tidak kecil hati untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Sebagai salah satu kampus besar di Kota Malang, UNIGA selalu siap membantu bagi mereka yang kesulitan dalam bidang finansial. Sejauh ini UNIGA tetap bersinergi dengan pemerintah untuk selalu memberikan kesempatan kepada masyarakat.

“Jangan sampai karena biaya lalu tidak melanjutkan pendidikan anak-anaknya. UNIGA sebagai mitra pemerintah mengajak masyarakat mendapat pendidikan yang layak hingga perguruan tinggi. Yang mau kuliah silangkan ke kami, nanti kami bantu dengan informasi yang telah tercantum di web kami,” terang Ketua Aptisi Wilayah IV ini.

Dyah menambahkan pemerintah selama ini selalu terbuka dan memberikan bantuan untuk pelaksanaan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Khususnya untuk PTS baik di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sehingga di masa pandemi pun tugas  Tri Dharma Perguruan Tinggi tetap berjalan dengan baik. (imm/adv/jon)

Mahasiswa Papua di Uniga Rajin Cetak Prestasi

 Universitas Gajayana (Uniga) Malang tahun ini memiliki 26 mahasiswa asal Papua. Para mahasiswa dari Bhumi Cendrawasih tersebut tak kalah dengan mahasiswa dari daerah lainnya, produktif mencetak prestasi di sela-sela kegiatan akademik.
 
Rektor Uniga Malang, Dyah Sawitri mengatakan, mahasiswa Papua sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampus. Salah satunya untuk menjadi petugas pengibar bendera saat upacara 17 Agustus.
 
"Kemarin waktu upacara 17 Agustus itu, dua pengibar benderanya dari mahasiswa Papua," katanya saat ditemui Medcom.id, Rabu, 21 Agustus 2019.

Keduanya mahasiswa tersebut yakni Lukas Oagay dan Roni Marian. Kedua mahasiswa yang tergabung dalam Resimen Mahasiswa (Menwa) Uniga itu sama-sama berasal dari Kabupaten Jayawijaya, Papua.

"Upacara 17 Agustus ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika Uniga. Mulai dari pegawai, dosen dan mahasiswa," ujarnya.
 
Dyah menambahkan, para mahasiswa Papua di kampusnya juga aktif mengikuti organisasi. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sering diikuti mahasiswa Papua antara lain Menwa, Futsal, Pecinta alam, Korps sukarela, dan musik.
 
Bahkan Uniga juga memiliki seorang mahasiswi asal Papua yang berprestasi di bidang musik. Dia adalah Yedya Kezia Valentine Suwarso.
 
"Kezia itu bagus suaranya, juga cantik. Sering ikut lomba dan nyanyi di mana-mana. Kalau ada kegiatan kampus ya dia yang selalu mengisi panggung," beber Dyah.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Malang itu juga mengaku bahwa mahasiswa asal Papua di Uniga sering kali mengadakan kegiatan sosial. Kegiatan tersebut biasanya diadakan langsung di dalam kampus.
 
"Mereka sering pinjam gedung di Uniga untuk kegiatan sosial. Ya selalu kami pinjamkan selama sedang tidak digunakan," tuturnya.
 
Selama ini, mahasiswa Papua tak pernah berbuat ulah di Uniga. Pasalnya, hubungan antarmahasiswa di kampus yang bekerja sama dengan OSC Medcom.id ini selalu berjalan dengan baik.
 
"Mahasiswa Papua baik-baik saja di sini. Rasa hormat mereka itu luar biasa. Mereka juga kreatif juga disiplin dan kami bangga memiliki mereka," pungkasnya


Olah Limbah Plastik, Mahasiswa Uniga Bantu Tingkatkan Perekonomian di Merjosari

 

Limbah plastik berdampak pada pencemaran lingkungan. Namun, dengan kreativitas mahasiswa Universitas Gajayana Malang (Uniga), limbah plastik dapat diolah menjadi berbagai aksesoris dan peralatan rumah tangga. Mahasiswa Uniga tersebut yaitu Wenze Khrysos Havin Purwono, Indah Fatmawati, Nurul Hayati, dan Bagus Dwi Mahendra.

Keempat mahasiswa Uniga memilih Merjosari sebagai tempat memasok bahan limbah plastik. Alasannya, di Merjosari banyak limbah plastik. Daripada dibiarkan, tim mencoba memanfaatkannya.

Pembuatannya juga cukup mudah sehingga bisa diaplikasikan masyarakat sekitar. Pertama, plastik yang dibeli dari pengepul akan dipotong panjang layaknya benang-benang. Kemudian disulam atau dirajut. Untuk membuat dompet proses memakan waktu 1-2 jam. Satu biji dompet diharga Rp 15-20 ribu.

Selain itu, masyarakat sekitar pun merasakan efek positif yang diberikan oleh hasil pengabdian masyarakat yang dimulai sejak April 2017 tersebut. Salah satunya adalah meningkatnya kualitas softskill yang didapat oleh masyarakat Merjosari. Sehingga, masyarakat bisa mendapat penghasilan lebih dari pengolahan limbah ke peralatan rumah tangga.

“Alhamdulillah berkat pengabdian masyarakat yang kami lakukan, pada akhirnya bisa memberikan efek positif yaitu sebagai penambah penghasilan masyarakat,” kata Indah.

Rencananya, tim akan terus melakukan penyuluhan lebih mendalam kepada masyarakat, terutama yang tertarik untuk mendalami pelatihan lebih lanjut.

“Kami ada tanggung jawab untuk memberikan perubahan di masyarakat,” tutupnya.(Der/Yei)

PKKMB Uniga Malang Digelar Daring, Rektor Siap Cetak Generasi Berkarakter


Rektor Universitas Gajayana Malang (Uniga Malang) Prof Dr Dyah Sawitri SE MM menegaskan siap mencetak generasi terdepan dan berkarakter. Itu diungkapkan dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar daring.

"Semboyan kami adalah menjadi yang terdepan di bidang ilmu dan para lulusannya lebih berkarakter," tegasnya, Kamis (24/9/2020).

Orientasi kampus kepada mahasiswa baru tahun ini harus dilakukan tanpa tatap muka langsung. Mengingat, kondisi pandemi Covid-19, ditambah pula Kota Malang yang masih status zona merah.


Secara simbolis 13 mahasiswa baru terdiri dari masing-masing prodi diundang secara langsung untuk menerima penyematan mahasiswa baru.

Penyematan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa baru tersebut secara resmi menunjukkan penyambutan maba sebagai keluarga besar Uniga Malang.

Mengusung tema Tetap Semangat di Era Pandemi Covid-19, Bersama Uniga Menjadi yang Terdepan dan Berkarakter, Rektor Uniga menjunjung tinggi pengembangan sains dan teknologi yang diimbangi dengan akhlak.


Rektor menyampaikan ucapan hangat selamat datang bagi mahasiswa baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar Uniga Malang.

"Selamat datang di kampus Uniga yang luar biasa, terdepan, dan berkarakter. Kami ingin mencetak lulusan yang menguasai sains. Kami juga ingin lulusan Uniga menjadi lulusan yang terdepan dan berkarakter," bebernya.

PKKMB Uniga Malang yang digelar mulai Rabu (23/9/2020) memanfaatkan media YouTube live streaming dan aplikasi Zoom. Mahasiswa Uniga Malang dari seluruh penjuru tanah air mengikuti secara daring. (*)

PELANTIKAN PENGURUS HIMKOMUNIKA PERIODE 2019 - 2020

 

Malang, Jumat (3/5) bertempat di Aula B Universitas Gajayana Malang diadakan acara pelantikan kepengurusan Himkomunika masa jabatan 2019-2020. Sebelumnya Mahasiswa Ilmu Komunikasi telah melakukan pemilihan Ketua Umum pada Kamis malam (26/4) yang dilaksanakan di ruang kelas 213 dengan 4 calon ketua umum yaitu Aef Saefullah, M. Rizaldy Firas, Ewaldo Prana Suwarso dan Kharisma Naufal Saputra, pemilihan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi. Hasil pemungutan suara menyebutkan bahwa atas nama Ewaldo Prana Suwarso terpilih sebagai ketua umum untuk masa jabatan periode 2019-2020 dengan perolehan suara dan selisih yang lebih tinngi.
Pelantikan yang di hadiri oleh Dekan Fakultas FISB, dosen pengajar Prodi Ilmu Komunikasi, Perwakilan HMJ dan UKM dan mahasiswa Ilmu Komunikasidimulai pukul 09:30 sampai dengan selesai. Acara di buka oleh sambutan Dekan FISB, dilanjutkan sambutan dari Kepala Prodi Ilmu Komunikasi, lalu yang terakhir sambutan dari perwakilan ketua umum periode sebelumnya.
Acara pelantikan berlangsung dengan lancar walaupun masih ada kekurangan. Pada kepengurusan periode ini diharapkan bisa menjalankan tugas dengan baik dan bisa membesarkan nama Himkomunika tidak hanya didalam kampus namun juga diluar lingkungan kampus. (lrs)

Prof.Dr. Dyah Sawitri, SE., MM Kembali Jabat Rektor Universitas Gajayana (Uniga) Malang

 

Malang kini telah memiliki dua perempuan yang menjabat sebagai Rektor Perguruan Tinggi. Salah satunya Prof.Dr. Dyah Sawitri, SE., MM yang kini melanjutkan jabatannya sebagai rektor Universitas Gajayana (UNIGA) Malang.

Ini merupakan periode kedua Ibu Dyah menjabat sebagai Rektor Universitas Gajayana (UNIGA) Malang. Menanggapi hal ini, Dyah percaya diri mengatakan bahwa kaum wanita itu juga bisa menjadi seorang pemimpin. Wanita juga memiliiki karakter bagaimana untuk mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan yang diemban suatu institusi Perguruan Tinggi.

Rektor kampus yang berdiri sejak 20 Mei 1980 ini  mengungkapkan bahwa dalam menyelesaikan masalah seorang wanita menyelesaikan dengan cara yang lebih cantik. Bukannya sesuka hati, namun dengan prinsip kekeluargaan. Solusinya harus baik, sehingga semua dapat mendapatkan value dari situ.

Kampus yang memiliki semboyan WE GIVE THE BEST ini berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Gajayana Malang. Dyah berharap lulusan UNIGA dapat mengaplikasikan ilmunya tidak hanya dari segi knowledge dan skill namun juga karakter yang dibangun Universitas Gajayana Malang.

Universitas Gajayana telah meluluskan lebih dari 11.000 Alumni yang terdiri dari Sarjana (S-1), Program Pascasarjana (S-2) dan program profesi Akuntansi (PPA).

Program pertama yang diusulkan oleh Bu Dyah ini dilandaskan pada aturan penting dalam sebuah Universitas yaitu mengupayakan untuk mempunyai dosen yang kompeten dan mempunyai jabatan fungsional karena hal tersebut merupakan kebutuhan organisasi.

Sejauh ini UNIGA tidak mengubah program karena pakem SNDikti No. 50 tahun 2018 dan KKNI No.8 tahun 2012 yang menekankan secara jelas bahwa prinsip pendidikan berlandaskan atas asas Tri Darma Perguruan Tinggi.

Seorang dosen harus melakukan penelitian, pendidikan dan pengabdian serta dosen yang profesional harus memiliki jabatan yang fungsional. Mengacu pada kedua faktor ini, UNIGA berupaya meningkatkan dan menguatkan sumber daya yang dimiliki.

Berbeda dengan lima tahun sebelumnya, pihak universitas juga akan lebih berinvestasi dalam science and technology. Sehingga seluruh civitas akademik UNIGA dapat menerapkan proses pembelajaran berbasis IT.

Nantinya mahasiswa pun akan lebih ramah teknologi, ramah informasi sehingga terbiasa dalam kehidupannya sehari-hari berhadapan dengan hal semacam itu.

Menurut Dyah, era saat ini memang modern, namun masih perlu diimbangi dengan attitude (sikap) atau karakter.

“Karakter seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia mengucap salam, menyapa, ramah senyum, sopan santun dan jujur. Karakter merupakan manifestasi nyata pendidikan SNDikti dan KKNI yang didalamnya menjunjung tinggi sopan santun dan kejujuran. Pendidikan karakter inilah yang hendak ditonjolkan UNIGA,” ungkapnya saat ditemui oleh tim infokampus.news.  (Nik/Rfl)

 

 

Orientasi, Rektor UNIGA Tuntut IPK Tinggi dan Kemampuan Bahasa Inggris

 

Universitas Gajayana Malang (UNIGA) memulai acara orientasi mahasiswa baru atau Studi Pengenalan Almamater (Stupa), Senin (4/9). Sekitar 600 orang mahasiswa baru hadir dalam acara pembukaan yang dimulai pukul 8.00 WIB ini.

Rektor UNIGA, Prof Dyah Safitri mengatakan agar mahasiswa wajib berusaha mendapatkan nilai Indeks Prestasi Kumulaitf (IPK) diatas 3,6.

“Kalau bisa jangan dibawah 3.6 ya. Kalau kalian bisa mempertahankan IPK, maka nanti berpeluang besar dapat beasiswa. Kalian bisa kuliah gratis bermodalkan IPK bagus,” tutupnya.

Bukan cuma IPK, rektor juga menekankan agar mahasiswa mulai aktif belajar dan berbicara bahasa Inggris. Pihak kampus sudah menyiapkan rogram khusus kemahiran berbahasa Inggris untuk membekali mereka dengan kemampuan berbahasa Inggris aktif.

“Kalau bicara kompetensi salah satu implementasinya mahasiswa akan dibekali kemampuan berberbahasa Inggris aktif. Kami sudah rencanakan di bulan Oktober, maba dan kakak angkatan terdahulu belajar bahasa Inggris,” tuturnya.

Ia berharap dengan beberapa patokan yang diberikan oleh kampus di tahun ajaran baru, output mahasiswa UNIGA Malang mampu menjadi insan yang terampil dan unggul sesuai dengan visi misi kampus yakni unggul dan berkarakter.(Der/Yei)

STUPA 2020 Universitas Gajayana Malang, Rektor Buktikan Kesuksesan Berawal Dari Sini

 

Dalam acara Studi Pengenalan Almamater Universitas Gajayana Malang (STUPA 2018) yang digelar hari ini (28/8), rektor UNIGA Prof. Dr. Dyah Sawitri disambut sangat antusias oleh para mahasiswa baru. Tak sedikit yang memuji dirinya baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

“Sekarang itu kita memang harus mengubah paradigma lama, dulu awal saya jadi profesor banyak yang tanya lho beneran profesor? Karena apa, stigma profesor itu harus yang tua, rambutnya putih, o tentu tidak kita harus rubah paradigma itu profesor jaman sekarang harus muda, cantik/ganteng, smart dan berkarakter.” Ujarnya memotivasi para mahasiswa baru.
Tentu untuk mencapai semua kriteria kesempurnaan seorang akademisi tersebut dibutuhkan usaha dan perjuangan yang tak sedikit. Dirinya menceritakan pengalaman pribadinya untuk mencapai kesuksesan berkarir saat ini kerja keras dan pintar saja tidak cukup, namun bantuan Tuhan dan kepercayaan dirinyalah yang banyak berkontribusi dalam sebuah kesuksesan.
“Demikian pula jadi entrepreneur yang baik, karena kami ini kampus entrepreneur kami berupaya membentuk mahasiswa agar menjadi entrepreneur yang baik. Kalian sudah mengambil langkah yang tepat untuk datang dan berkuliah,” tambahnya.
Menurutnya tiap mahasiswa harus dibekali dengan dididik memiliki jiwa entrepreneur. Entrepreneur disini bukan hanya membuat produk lalu dijual saja. “Tapi harus mampu membuat business plan, mulai dari merancang, memproduksi, distribusi produk, marketing dan yang paling penting membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain itu namanya entrepreneur.” Terangnya.
Untuk membentuk jiwa entrepreneur, UNIGA juga tidak hanya memberikan materi saja tapi juga fasilitas yang mumpuni untuk mahasiswa berkreasi. “Ada weekend market yang sudah rutin dilakukan, disitu jadi mahasiswa bisa melatih diri untuk mengembangkan ilmu yang sudah diterima di kelas.” Tutupnya. (Pus)

Lagi-Lagi Kampus UNIGA Luluskan Hampir Seluruh Wisudawan dengan Status Sudah Bekerja, Ini Jawab Rektornya

 

Pada tanggal ini (24/5) sekitar 700 wisudawan dan para pendamping wisudawan memadati aula Universitas Gajayana Malang (Uniga Malang). Meskipun terlihat sama, namun dari tahun ke tahun Uniga Malang tetap konsisten meluluskan mahasiswanya dengan masa tunggu yang sangat singkat. Bahkan tak jarang mahasiswa sudah bekerja saat mereka lulus dari kampus almamater kuning ini.
Saat ditemui wartawan, rektor mengungkapkan memang banyak mahasiswa yang masuk dengan posisi sudah mendapat pekerjaan. “Tapi sebagian yang lain memang ini bentuk tanggung jawab kami untuk memberikan mereka skill yang mumpuni sebelum masuk dunia kerja. Masa tunggunya sangat singkat tidak harus menunggu berbulan bulan untuk mendapatkan pekerjaan.” Terang Prof. Dr. Dyah Sawitri S.E., M.M. Rektor Uniga Malang.
Tidak hanya skill namun sebelumnya wisudawan juga diberikan pengetahuan tentang pesatnya perkembangan zaman, terutama perkembangan revolusi industri 4.0. Untuk itu Uniga Malang terus meningkatkan kinerjanya baik peningkatan mutu proses akademik maupun penguatan kelembagaan.
“Kami juga terus melakukan penguatan riset , pengabdian masyarakat maupun kerjasama internasional untuk menunjang kami dalam menghadapi revolusi industri 4.0.” Terangnya lagi.
Meskipun sudah memasuki era industri yang modern, para lulusan kampus ini tetap dituntut untuk memiliki manner atau sikap yang baik. Menurutnya skill yang baik harus terus beriringan dengan adanya manner yang baik.
“Karakter ini bisa dilihat dari sikap moral etika sedangkan kompetensi bisa dilihat daridari science knowledge know how dan skill nya. Untuk mengembangkan itu semua kami akan terus melakukan continuous improvement,” Tukasnya. (Pus)

PKKMB 2020 Universitas Gajayana Malang (UNIGA), Maba Segera Adaptasi dan Berprestasi


Rektor Universitas Gajayana Malang (UNIGA)  Prof. Dr. Dyah Sawitri SE. MM mengimbau agar mahasiswa baru segera beradaptasi dengan lingkungan akademik perguruan tinggi dan tidak harus menunggu lama. Potensi yang dimiliki mahasiswa baru bisa segera dioptimalkan. Diantaranya melalui wadah pengembangan bakat seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau organisasi kemahasiswaan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM., saat acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (23/9) kemarin.

“Nanti langsung akan dibina oleh pengurus BEM agar mereka segera beradaptasi. Angkatan Tahun 2020 ini kami ingin menjadi mahasiswa yang produktif dan berprestasi,” katanya.

PKKMB UNIGA digelar secara online menggunakan media youtube dan diikuti ratusan mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia. Namun hanya ada 13 mahasiswa yang mengikuti secara langsung di kampus UNIGA. Mereka adalah perwakilan dari masing-masing program studi untuk mengikuti secara simbolis penyematan almamater.

“Dengan dikenakannya almamater maka mereka sudah resmi menjadi mahasiswa UNIGA,” ungkapnya.

UNIGA dikenal sebagai kampus terdepan dan berkarakter. Terdepan dalam menghasilkan lulusan yang menguasai sains dan knowledge yang unggul. Serta berkarakter dengan lulusannya yang memiliki nilai sikap, komitmen dan berbudi luhur.

Prof Dyah mengungkapkan UNIGA berkomitmen menjadi kampus unggul di bidang riset tingkat nasional pada tahun 2026. Jadi tinggal enam tahun lagi tujuan tersebut harus tercapai.

“Caranya perlu optimalisasi pada input, proses, output, outcome untuk mencapai standar kualitas yang diinginkan,” paparnya.

Ia menegaskan meskipun PKKMB digelar secara online, mahasiswa harus tetap berpikir positif dan optimis. Para dosen juga tetap semangat melakukan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

“Tidak boleh lengah. Karena mahasiswa punya peran strategis sebagai agen perubahan,” tegasnya. 

PKKMB UNIGA yang digelar secara offline dilaksanakan di aula kampus dan dihadiri rektor, wakil rektor, para dekan dan kepala program studi. Di akhir sambutannya, Dyah menyematkan jas almamater dan pin kepada dua mahasiswa baru secara simbolis mewakili seluruh mahasiswa baru.

Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Djuni Farhan. MSi, mengatakan usai acara pembukaan dan paparan materi pengenalan universitas dan fakultas, selanjutnya materi PKKMB diserahkan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa. Pengenalan almamater bersifat akademis dan membangkitkan semangat mahasiswa baru.

“Kami serahkan pada BEM untuk membina potensi setiap individu mahasiswa baru. Agar BEM tetap punya peran penting dalam PKKMB meskipun digelar secara daring,” tandasnya. (imm/jon)

11 Prodi Favorit Uniga Siap Diperebutkan di Beasiswa OSC Medcom.id



Jakarta:  Universitas Gajayana Malang (Uniga) turut menjadi mitra dalam program beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id sejak 2017.  Tahun ini, Uniga tak tanggung-tanggung dalam membuka kesempatan beasiswa, ada 11 program studi (prodi) yang ditawarkan untuk diperebutkan para peserta OSC Medcom.id di 2020.

Bahkan untuk calon penerima beasiswa OSC diberikan kesempatan untuk memilih seluruh prodi yang ada di Uniga, yakni sebanyak 11 Program Studi (prodi), dari 11 prodi itu seluruhnya merupakan prodi-prodi favorit di kampus.

"Ada 11 prodi kami tawarkan, kita beri peluang. Tidakada istilah karena prodi favorit lalu tidak diberikan. Kami benar-benar pakai hati dan cinta untuk anak-anak Indonesia, anak pintar kita senang," ujar Rektor Uniga, Dyah Sawitri dalam siaran langsung Instagram @osc_Medcom, Selasa, 22 September 2020.

Pihaknya ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi peserta OSC. Menurutnya, kesempatan yang diberikan adalah wujud komitmen membangun anak bangsa.

"Jadi kolaborasi Medcom.id ini dengan Perguruan Tinggi Swasta ini memberikan nilai tambah. Kami konsisten untuk membangun anak bangsa untuk terus melangkah," jelasnya.

Bahkan beasiswa dari Uniga juga bakal ditawarkan untuk jenjang S2 di tahun ini. Hal ini jelas sebagai perwujudan keseriusan Uniga untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja saat ini.

"Kalau yang S2 itu ada manajemen akuntansi. Kalau S2 itu kan memang sudah menjadi kebutuhan juga di dunia kerja, ini yang kami ingin berikan," ungkap Dyah.

Dia memastikan seluruh prodi yang ditawarkan itu sudah terkareditasi A dan B. Adapun 11 prodi favorit yang ditawarkan di antaranya Akuntansi, Manajemen, Ekonomi pembangunan.

"Terus yang favorit lagi ada Ilmu Komunikasi, sistem informasi juga ya," jelas dia.

 

Kemudian, prodi lainnya ialah Bahasa Inggris, Psikologi, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin. Teknik Rekayasa Industri dan Fisika juga ditawarkan pada beasiswa OSC Medcom.id tahun ini.

 

Baca juga:  UK Maranatha Lantik Mahasiswa Baru Secara Virtual

 

Lebih lanjut, penerima beasiswa OSC Medcom.id 2020 di Uniga berhak bebas uang pangkal sebesar 100 persen. Uang semester juga dibebaskan, ketika penerima beasiswa bisa merah IPK minimal 3,30 untuk S1 dan minimal 3,50 untuk S2 di tiap semesternya.

 

Pada tahun 2020, setidaknya ada 440 beasiswa yang bakal dibagikan. Sobat Medcom.id yang ingin mendaftar bisa melihat informasinya di laman https://osc.medcom.id/register.

 

Bagi sobat Medcom yang ingin mengikuti program beasiswa yang tahun ini didukung oleh Citilink Indonesia ini harus bersiap-siap untuk mengikuti kompetisi beasiswa yang 'berhadiah' bebas uang pangkal 100 persen dan uang kuliah hingga selesai atau delapan semester.

 

Selain beasiswa untuk S2, OSC Medcom.id juga bakal kembali menggelar Try Out OSC yang akan menggandeng Bimbingan Belajar Smarrt. Tujuannya, agar sebelum mengikuti tes yang sebenarnya, peserta sudah terbiasa dengan sistem, dan soal yang diujikan di tes online, sekaligus untuk mengukur kemampuan diri. (CEU)


Sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/ybDlLeqb-11-prodi-favorit-uniga-siap-diperebutkan-di-beasiswa-osc-medcom-id

Uniga Malang Kerjasama Gandeng Unmer Malang



MALANG – Universitas Gajayana (Uniga) Malang terus menggenjot kerjasama kemitraan. Kali ini, kampus favorit di Malang tersebut bekerjasama dengan Unmer Malang. Kerjasama kedua pihak terkait penelitian, riset, pengabdian masyarakat, dan pertukaran mahasiswa.

Kerjasama Uniga dengan Unmer dilaksanakan di kampus Unmer Malang (15/9). Hadir dalam kegiatan penandatanganan MoU, Rektor Uniga Malang Prof Dr Dyah Sawitri SE MM, Rektor Unmer Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi, para wakil rektor dan kepala lembaga masing-masing kampus.

Prof Dyah menyampaikan terima kasih kepada Unmer karena telah menerima Uniga. “Semoga apa yg Unmer berikan pd kami Allah akan menggantikan keberkahan yang sangat luar biasa. Sehingga, hari ini di Unmer. Mungkin minggu depan ke UNIGA, dan seterusnya mungkin kapan, monggo dijadwalkan untuk ke UNIGA. Kami siap menerima kedatangan bapak/ibu dari UNMER saudari kita yg datang ke univ Gajayana. Itu juga mungkin ibu, kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasiih. Apabila kedatangan kami ini merepotkan UNMER," beber Prof Dyah.

Sementara Prof Anwar Sanusi menyatakan, Unmer akan mengirim mahasiswa ke kampus mitra. Dia menyebut, pembiayaan untuk mahasiswa pertukaran bisa ditiadakan. Pihaknya ingin mahasiswa fokus belajar tanpa memikirkan biaya.

“Misal tiga atau lima mahasiswa dari program studi yang terkoneksi dengan Uniga. Untuk ini, jika usul saya disetujui, sementara biaya ditiadakan. Nanti kedepannya biaya bisa dibicarakan lagi,” kata Prof Anwar Sanusi.

Namun pihaknya juga tetap fleksibel, menyesuaikan dengan kampus mitra yang digandeng. Mahasiswa pertukaran akan dikirim sesuai dengan program studi yang ditempuh. Sehingga mahasiswa mendapatkan transformasi ilmu sesuai dengan studi pilihan masing-masing. (Ads)


Sumber: https://kumparan.com/tugumalang/uniga-malang-kerjasama-gandeng-unmer-malang-1uD3CyQSnZl/full